Monday, November 14, 2016

PERMAINAN-PERMAINAN PENGUNDANG HANTU

Mungkin kita bertanya-tanya kenapa ada orang yang mau memainkan permainan ini, seperti halnya yang kita tonton di film Ouija The Origin of Evil, padahal konsekuensinya setan bisa datang menghampiri? 

Kalau tokoh Alice di film tersebut supaya pekerjaannya sebagai cenayang nampak makin mantap, tapi berdasarkan pengalaman gue yang pernah melakukan permainan-permainan ini dorongan buat orang awam adalah empat hal ini, yaitu :


1.       Rasa ingin tahu atau penasaran
Curiosity kills the cat, begitu istilahnya tapi siapa sih yang nggak kepingin tahu pada sesuatu hal yang baru? Dan ketika teman-teman menceritakan tentang permainan baru ini muncul penasaran buat melihat seperti apa sih permainannya.

2.       Tidak percaya kalau permainan itu benar
Beberapa dari kita pernah mendengar bahwa permainan itu bisa mendatangkan hantu tapi kita yang berpikir logis suka nggak percaya dengan cerita itu dan akhirnya ikut-ikutan bermain di dalamnya hanya untuk membuktikan apa cerita itu benar.

3.       Pamer Nyali
Mereka yang yakin banget diri bernyali ganda suka ketawa kalau teman-teman mereka ketakutan pas diceritakan soal permainan hantu itu dan akhirnya menawarkan diri buat mainin permaian itu hanya untuk menunjukkan diri lebih hebat dari teman-teman mereka yang ayam sayur.

4.       Ketagihan
Saat roh yang ada dalam permainan itu memberi kita sedikit intipan hal-hal masa depan atau sesuatu yang kita nggak tahu dari orang lain maka kita jadi semakin ingin tahu banyak dan perhatian kita  mulai terpendam ke permainan itu, apalagi kalau banyak teman yang mengagumi kemampuan kita lewat permainan itu.

Untuk mereka yang berada pada kelompok 1 dan 2, kamu bisa memupus itu dengan membaca ulasan di bawah ini, tidak perlu penasaran dan meragukan, sementara buat kalian yang termasuk di kelompok 3 dan 4 juga harus baca supaya tahu apa yang harus dilakukan supaya permainan ini tidak membahayakan kalau kalian tetap nekad melakukannya.

Dan 7 permainan ini sudah gue coba buktikan benar-tidaknya mendatangkan hantu, seperti :

1.       Ouija
Untuk memainkan permainan ini perlu fasilitas papan Ouija, dan tidak banyak yang menjual papan itu di Indonesia. Tidak kekurangan akal, gue dan teman-teman menuliskan huruf-hurufnya di atas karton dan sebagai pengganti papan kacanya dipakai rautan pensil bulat jaman dulu yang ada kacanya.

Di film Ouija ada tiga peraturan yang berlaku, Jangan Pernah Bermain Sendirian, Jangan Pernah Bermain di Kuburan, Selalu Ucapkan Selamat Tinggal. Pada prakteknya jarang ada yang memainkan papan Ouija sendirian karena akan lebih seru bersama teman-teman karena banyak hal bisa ditanyakan sementara jawaban yang didapatkan sering mengejutkan dan tidak jarang bikin geli namun aturan mengucapkan selamat tinggal ini.

 Teman yang jadi medium dan lupa mengucapkan selamat tinggal ini betulan pernah didatangi hantu sampai ke rumah, padahal kita memainkannya di sekolah. Dan roh itu bikin teman saya sakit selama seminggu sampai orangtuanya memanggil orang pintar untuk mengusir roh penasaran itu.
 
Papan Ouija


2.       Jalangkung
Permainan ini asli Indonesia dan mirip dengan Ouija, hanya saja menggunakan alatnya berupa boneka tapi bukan boneka asli melainkan gayug air yang dipakaikan kain seperti pakaian dengan gagang kayu di bagian bawah diikat pensil atau pulpen dan kertas untuk menulis. Ketika sudah dibacakan mantra dan si ‘boneka’ berdiri maka dia sudah siap menjawab segala pertanyaan kalian.

Memainkan jalangkung tidak selalu berhasil, prosentasenya tak sebesar ketika bermain Ouija tapi waktu itu ingin tahu seperti apa sih permainan asli Indonesia yang katanya lebih sangar itu. Bermain jalangkung harus lebih sabar karena pertanyaan yang kalian ajukan tidak bisa cepat dijawab tapi jangan lupa mengucapkan selamat tinggal karena seperti Ouija, roh yang merasuki boneka tidak akan pergi dan mengikuti kalian yang ceroboh. 
Boneka Jalangkung


3.       Charlie-Charlie
Aslinya berasal dari Spanyol dan setelah diterjemahkan namanya  menjadi Charlie-Charlie. Permainan ini baru populer pada lima tahun terakhir di era digital, dimainkan dengan dua buah pensil dan kertas bertuliskan Ya dan Tidak. 

Untuk bermain Charlie-Charlie, kalian harus pintar memilih pertanyaan karena roh yang ada dalam pensil itu hanya bisa menjawab dengan ‘Ya’ atau ‘Tidak’ dengan cara menggerakan pensil ke arah jawaban.

Tidak ada larangan untuk memainkannya sendirian, karena itu rasa penasaran mendorong untuk melihat apakah permainan itu memang bisa menjawab pertanyaan seperti halnya Ouija. Dan dalam tiga kali percobaan tidak sekalipun pensilnya bergerak, jadi gue akhiri juga dengan tetap mengucapkan selamat tinggal karena tidak ingin ceroboh.
 
Kertas Charlie-Charlie Challenge
Si = Ya, No = Tidak


4.       Baby Blue
Permainan ini juga berasal dari Spanyol. Teman yang memberitahu permainan ini menantang untuk melakukannya, yakni dengan berdiri di depan cermin dengan gaya bagai menggendong bayi dan mengucapkan kalimat Baby Blue tiga belas kali.
Katanya kalau tangan terasa berat maka harus cepat melemparkan ‘bayi’ tak kasat mata itu ke toilet dan menyiramnya dengan flush karena kalau tidak maka setan yang adalah ibu si bayi itu akan datang dan mencakar tubuh.

Yang terjadi, tangan nggak merasakan apapun. Setelah menunggu beberapa saat tanpa ada kejadian aneh gue keluar dari kamar mandi. Tapi saat keluar dari kamar mandi nggak sengaja lengan tersangkut tuas dan gesekannya bikin kulit lecet, apakah itu yang dimaksud sebagai ‘tercakar’ kalau kita tidak membuang si bayi? Entahlah…
Wajah Setan Pemilik Bayi
permainan Baby Blue

5.       Kurosurōdo No Uranai (Crossroad Divination)
Permainan ini berasal dari Jepang dan usianya sudah ratusan tahun, dikenal juga dengan nama tsuji-ura. Di Jepang diyakini setan-setan atau arwah suka melewati persimpangan daerah yang sepi sehingga kita harus mencari yang seperti itu untuk memainkannya. Caranya berdiri di persimpangan jalan yang sepi dan setelah menggesekan sisir dengan jari dengan mengucapkan kalimat saktinya tiga kali maka tinggal tunggu orang yang lewat.

Saat orang yang lewat itu datang kita harus menutupi muka dan menanyakan nasib kita padanya. Kalau yang lewat itu hantu atau arwah orang meninggal maka dia akan memberitahu nasib kita, biasanya yang diberitahu lebih banyak nasib buruk sehingga beberapa orang memutuskan bunuh diri.

Apa yang terjadi ketika gue memainkan permainan ini bersama dua teman gue saat SMA? Orang yang lewat itu bilang kami akan kehilangan uang dalam jumlah besar di masa depan dan setelah membuka penutup muka kami melihat orang di depan kami menodongkan pisau besar dan minta gue dan teman gue menyerahkan dompet kami. 

Tutupi mata dan pakai sisir
untuk bermain tsuji-ura

6.       Hyakumonogatari
Permainan ini dulunya diciptakan para samurai untuk menguji keberanian. Saat mempersiapkan murid-murid gue untuk terjun ke turnamen bela diri, gue pernah mempraktekan permainan ini kepada beberapa murid pilihan buat melatih mental mereka supaya juara. Banyak variasi yang bisa dilakukan tapi versi gue saat melakukannya adalah dengan 16 lilin dan satu buah cermin.

Satu per satu empat orang yang sudah gue pilih menceritakan cerita paling seram yang pernah mereka dengar atau alami lalu mematikan lilin itu, karena menurut mitosnya setelah lilin terakhir dimatikan setan akan muncul begitu kita melihat ke cermin dan siapa yang tidak kaget saat melihat wajah si setan maka orang itu akan memperoleh keberanian luar biasa untuk menghadapi apapun.

Setelah lilin ke 16 padam kami melihat ke cermin tapi tidak melihat apapun, gue merasa kecewa karena kenyataannya tidak seperti yang ada pada mitos tapi takjub juga mendapati empat orang yang gue pilih itu semuanya berakhir sebagai juara. Apakah itu berarti si setan yang terlalu takut menampkan diri kepada kami semua? Ataukah hantu itu sudah nampak tapi karena terlalu bernyali tinggi maka kami tidak mengindahkannya?  Pertanyaan yang tidak pernah gue simpan-simpan, yang penting mereka sudah juara…

Ketika lilin terakhir mati,
 kamu akan melihatnya

7.       Closet Game
Ini juga salah satu permainan tes nyali yang pernah gue lakukan di rumah teman, cuma korek api kami ganti dengah senter karena tidak mau ambil resiko pakaian ayahnya – terutama jas-jas mahal – yang ada di dalam situ terbakar gara-gara kami menyalakan korek api di dalam lemari pakaian.

Kita harus masuk ke lemari pakaian dalam sebuah kamar. Lampu kamar itu harus dalam keadaan mati dan kita masuk dalam lemari itu tepat tengah malam dalam keadaan lemari tertutup. Setelah menunggu sejenak kita nyalakan senter di dalam. Gue sih tidak mengalami apa-apa tapi pada giliran teman yang paling akhir senternya padam beberapa kali dan dia bilang sempat mendengar suara berbisik di telinga.

Tidak heran dia keluar dari lemari dengan menjerit dan menutup pintu lemari dengan kakinya tanpa berani berbalik. Sewaktu diperiksa memang baterainya agak sedikit soak setelah dipakai bergantian oleh kami tapi teman gue ngotot mendengar suara itu dan sampai sekarang dia tidak pernah berani mematikan lampu di kamar ayahnya dimana lemari itu berada.

Closet Game
Permainan mana yang sudah pernah kamu coba? 

No comments:

Post a Comment