Saturday, November 19, 2016

BEFORE I WAKE (Indonesian Subtitle)

Disutradarai oleh: Mark Flanagan
Dibintangi oleh: Kate Bosworth, Thomas Jane, Jacob Tremblay, Annabeth Gish
Produksi: Intrepid Picture


Satu lagi film dari Mike Flanagan bulan ini setelah merilis Ouija The Origin of Evil dua minggu lalu saat Halloween. Flanagan tak ingin menyeebut film ini sebagai film horor tapi ini adalah film ketiganya yang merupakan film dengan penggunaan bahasa Latin setelah Absentia (2011) dan Oculus (2013), karena dia memberi judul Somnia pada awalnya tetapi secara teknis nama itu berubah jadi "Before I Wake". Tapi tidak diragukan lagi kalau ini merupakan film ketiga karya Flanagan di 2016 setelah Ouija dan Hush. Acung jempol buat dia!


Pasangan yang telah kehilangan anak mereka dalam kecelakaan tragis memutuskan untuk mengadopsi anak angkat bernama Cody Morgan. Bocah berusia 8 tahun itu sangat lucu dan memiliki penampilan yang polos, itu mengingatkan kita pada MacCaulay Kulkin waktu seumuran dia, dan siapa yang tidak jatuh cinta melihat kesopanan anak ini ketika dia melepas sepatunya sebelum masuk rumah Jessie dan Mark. Ya ampun, anak itu benar-benar memiliki sopan santun...

Pasangan yang nyaris kehilangan kehidupan sempurna mereka setelah kematian sang anak, Shawn mulai menemukan kembali semangat yang hampir pupus. Hanya saja segera setelah itu Jessie dan Mark menyadari bahwa Cody memiliki kemampuan khusus, anak itu bisa membuat mimpinya berubah jadi nyata ketika satu malam mereka melihat banyak kupu-kupu terbang di dalam rumah dan setelah itu keduanya terperangah melihat Shawn hadir dalam ruangan, hidup, dan dapat disentuh. Tapi Shawn menghilang ketika Cody terbangun dan mengambil diet coke dari lemari es. Bocah itu melihat mereka dan menyadari apa yang terjadi, dia minta maaf dengan cara yang menyentuh hati.

Jessie mulai terobsesi dengan bakat Cody dan dia mengambil manfaat dengan membiarkan Cody menonton video Shawn saat Natal. Dia ingin membuat Cody bermimpi dengan sempurna tentang Shawn, dan itu benar-benar terjadi. Jessie benar-benar senang melihat dan menyentuh anak tercinta mereka yang telah mati tetapi yang mereka tidak ketahui adalah mimpi Cody memiliki sisi gelap, monster bernama Canker Man mengikuti mimpi Cody dan dia akan mendatangkan kematian bagi orang-orang yang menggunakan mimpinya.

Salah satu gadis yang menjadi teman Cody di sekolah yang pertama kali melihat efek mengerikan dari mimpi buruknya ketika Cody tidur di sekolah. Canker Man muncul di mimpi buruk Cody dan memakan salah satu anak usil yang suka mengganggunya sebelum gadis kecil itu memergoki si monster dan teriakannya membangunkan Cody. Polisi lalu mengunjungi rumah Mark untuk menyelidiki hilangnya anak pengganggu itu. Sementara itu Jessie yang terobsesi agar bisa terus melihat Shawn datang ke dokter untuk minta obat mengatasi masalah tidur Cody. Dokter kemudian meresepkan obat agar Cody bisa tidur pulas.

Mark menyadari Jessie tidak dapat mengendalikan obsesinya sehingga dia mulai menegurnya namun Jessie tidak terima, keduanya berdebat bahwa yang mereka lakukan kepada Cody sebenarnya salah. Yang terjadi kemudian, Canker Man akhirnya hadir ke rumah mereka dan melakukan teror. Mereka tak bisa membangunkan Cody karena Jessie telah menaruh obat dokter di susunya supaya Cody tidur lebih lama. Tidak dapat menghindari serangan sampai akhirnya Canker Man memakan Mark. Jessie yang mencoba menolong dengan mudahnya dilemparkan ke dinding sampai pingsan.

Keesokan harinya polisi dan dinas sosial datang setelah Cody menelepon mereka. Dinas social lalu mengambil Cody karena mereka menduga hilangnya Mark ada hubungannya dengan hilangnya si anak nakal yang mengganggu Cody sehari sebelumnya. Jessie kemudian menemui Natalie, staf dinas sosial yang menyarankannya mengambil Cody sebagai anak angkat, dan mendapati Natalie tahu tentang masalah mimpi anak itu tapi menyembunyikan hal itu darinya.

Coba lihat lebih seksama di adegan ini karena tidak ada memar di pipi Jessie ketika dia bertemu Natalie namun luka memar itu muncul pada adegan-adegan berikutnya untuk menunjukkan seberapa parah dia dilempar oleh Canker Man malam itu.

Jessie mencuri berkas Cody dari meja Natalie dan mulai mempelajari masa lalu anak asuhnya. Dia mengunjungi orang yang mengasuh Cody sebelum dirinya dan Mark. Pria itu bercerita tentang sisi gelap dari mimpi Cody terutama saat anak itu bermimpi buruk, yang mana telah mendatangkan monster yang memakan istrinya. Pria itu hampir menembak Cody agar mimpi buruknya berhenti tetapi dia tidak bisa, sehingga dia menganggap itu kesalahannya sampai peristiwa mengerikan itu menimpa keluarga lain. Dia menyarankan Jessie untuk membunuh anak itu. Jessie juga pergi ke rumah sakit di mana Andrea, ibu kandung Cody menaruh barang peninggalannya yang menjelaskan tentang latar belakang Cody.

Natalie yang menemukan bahwa anak itu menolak tidur selama dua hari di rumah yatim mulai khawatir, dia memerintahkan karyawan disitu menyuntik anak itu dengan stimulan agar dia tidur. Dia melakukan kesalahan yang dilakukan pasangan-pasangan lain sebelumnya, begitu Cody tidur Canker Man datang ke rumah panti asuhan dan bikin kekacauan disana. Jessie yang akhirnya menemukan penyebab masalahnya datang ke tempat itu dan menghadapi monster itu untuk melepaskan Cody.

Sampai disini kayaknya gue harus berhenti dulu dan membiarkan kalian menonton filmnya sendiri karena gue nggak mau merusak momen terbaik yang sudah dibuat Flanagan dengan memperlihatkan apa yang dilakukan Jessie luntuk menyingkirkan Canker Man untuk selama-lamanya, dan bagaimana wanita itu merubah segala sesuatunya menjadi akhir yang bahagia bagi dia dan Cody.

Untuk film ini, saya bilang persetan dengan yang namanya genre…horor…bukan horor…dark fantasi…thriller…fiksi ilmiah….karena menurut gue Flanagan mencapai lebih dari itu, seperti grup music Dream Theater yang menggabungkan rock dan jazz untuk menciptakan gaya musik mereka sendiri dia melakukan hal yang sama di “Before I Wake”.

Gue cinta film ini karena jarang kita bisa melihat film seram yang di saat yang sama bisa bikin kita meneteskan air mata, dan film ini melakukannya ke gue. Gue tahu bagaimana rasanya kehilangan anak seperti apa yang terjadi pada Jessie dan Mark, hal yang wajar jika Jessie terobsesi, seperti saya juga ingin melihat anak saya tiap hari sampai sekarang.

Menurut pendapat saya, film ini berada pada tingkat yang sama seperti The Sixth Sense, film ini memberikan kita banyak kejutan, yang tidak terpikirkan oleh kalian sebelumnya. Film ini punya potensi menjadi karya klasik yang akan tetap dikenang seperti halnya yang telah diperoleh oleh karya Night M Shyamallan tersebut.


No comments:

Post a Comment