Monday, October 31, 2016

4 Film Horor Versi Eva Sri Rahayu Buat Halloween 2016


Sebelum membaca postingan ini, silakan siapkan lilin. Kita main cerita berkeliling dalam gelap. Setiap satu cerita usai, kita tiup satu lilin. Saya akan menyalakan 4 lilin. Kamu juga nyalakan lilinmu.

Mari kita mulai ceritanya. Cerita ini bermula dari kejadian 4 tahun lalu, waktu saya menulis novel remaja dengan salah satu tokoh yang sudah meninggal. Bisa dibilang tokoh itu hantu baik. Tapi plis, jangan bayangkan Casper, karena hantu satu itu ganteng dan cool, eh. Gara-gara menulis novel itu, saya ditawari menulis novel bertema festival Halloween karena dikira suka hal-hal berbau horor. 


Terus terang saja, saya ini penakut dari kecil. Enggak ada bau-bau horornya sama sekali. Tapi karena suka Halloween saya terima tantangan itu. Iya, iya, saya memang paradoks. Di satu sisi penakut, di sisi lain penasaran. Buktinya, waktu kecil saya selalu nonton film-film mendiang Suzana. Tapi saya pikir amanlah ya kalau bahas hantu-hantu barat, yang penting enggak klenik Indonesia. Manalah saya berani nulisnya, baru bayanginnya aja udah merinding sekujur tubuh.

Buat kebutuhan menulis novel Halloween itulah saya riset tentang festivalnya, salah satunya dari film. Berikut film yang saya pilih buat riset sekaligus penghayatan Halloween:

  1. Trick Or Treat (2007)

Cerita dalam film ini terbagi dalam beberapa bagian. Ada 4 cerita berbeda yang disatukan oleh benang merah sama: terjadi pada Hari Halloween, dan kemunculan satu sosok misterius berkepala Jack O’lantern. Film yang mengangkat urban legend ini sudah meneror dari awal, sadis dan horor sekaligus. Terus terang, film horor yang tokoh seramnya anak kecil selalu bikin saya ketakutan banget. Soalnya sosok polos tapi dingin memberi tekanan psikologis lebih ketimbang yang sudah digambarkan menyebalkan dari awal. Lalu jangan lewatkan twist-twist-nya yang bisa berhasil membuatmu tercengang.

Memang tidak banyak pengetahuan baru tentang Halloween di film ini. Tapi film ini cukup menggambarkan suasana Halloween di barat sana yang enggak sekadar tempelan. Kalau kamu kepengin merasakan suasana Halloween di rumah, film ini akan mengantarkan atmosfernya ke rumahmu. Hiii...!

Nah, sekarang, mari kita tiup satu lilin.


  1. Carrie (2013)
Saya memilih film ini karena tokoh di novel Halloween saya memiliki kekuatan supranatural telekinetis. Sebagai referensi, saya kepengin tahu telekinesis ala Stephen King. Ya, film ini merupakan adaptasi dari novel Stephen berjudul sama. Carrie tahun 2013 merupakan adaptasi novel ke film yang ketiga. Jadinya banyak penonton yang selalu membandingkan dengan dua versi sebelumnya. 

Beruntung atau tidak beruntung, karena saya belum menonton versi-versi sebelumnya, saya sangat menikmati film ini. Apalagi pemainnya Cloe Moretz yang cantik itu. Banyak yang bilang Carrie-nya kecakepan. Memang sih, di bab pertama novelnya Stephen mendeskripsikan Carrie sebagai cewek berwajah biasa, tapi badannya molek.

Film ini menceritakan tentang Carrie yang punya kekuatan telekinesis setelah mendapat haid pertamanya. Dia sosok yang di-bully habis-habisan oleh teman-temannya sejak kecil, ditambah lagi memiliki ibu super protektif karena Carrie merupakan anak di luar nikah. Si Ibu memiliki trauma hebat sehingga selalu menakan Carrie yang disebutnya sebagai kebaikan.

Carrie merupakan film horor thriller bertempo cepat, banyak letupan di dalamnya. Penonton tak dibiarkan bernapas. Batas antara terteror dan simpati ikut sedih pada nasib Carrie terasa setipis kertas. Sampai akhir, ada beberapa pertanyaan yang menganggu pikiran saya, namun tak terjawab oleh filmnya. Barulah pertanyaan itu terpuaskan saat saya membaca, bukan novelnya, tapi buku tips menulis Stephen King berjudul “On Writing”, di sana Stephen menceritakan proses kreatif pembuatan novel Carrie. Kebutuhan saya akan referensi cukup terpuaskan. Saya mendapatkan bayangan tentang kekuatan telekinesis.

By the way, siapkan hati untuk menonton film ini. Karena mungkin hatimu akan berdarah-darah. Hiii...!

*tiup lilin kedua*

  1. Goosebump (2015)
Sebagai generasi yang tumbuh besar bersama kumpulan serial Goosebump karya R.L Stine, saya merasa wajib menonton film Goosebump ini. Saya menantinya sejak pertama kali pengumuman pembuatannya dirilis, kalau tidak salah dua tahun sebelum tayang di bioskop. Dalam ingatan masa kecil saya, kebanyakan serial Goosebump tidak menakutkan, tapi sangat seru untuk diikuti. Stine pintar sekali membawa imajinasi saya melayang seakan benar-benar mengalami petualangan yang ditulisnya. Maka dengan niat bernostalgia ke masa kecil, saya menonton film ini.

Satu hal paling menarik dari film Goosebump adalah adanya tokoh si pengarang sendiri. Stine digambarkan pemarah dan aneh. Well, kalaupun memang karakter sebenarnya begitu saya enggak merasa aneh sih. Kebanyakan penulis memang sulit dimengerti :D Goosebump mengisahkan tentang teror yang terjadi karena tokoh-tokoh monster dalam semua buku Stine keluar ke dunia nyata. Dapat dibayangkan kengerian macam apa ketika si boneka Slappy benar-benar hidup bergentayangan, atau Snowman dan Werewolf siap membantaimu kapan saja. 

Meskipun berbumbu komedi, Goosebump tidak kehilangan kengeriannya. Ceritanya memang cukup sederhana, tapi memikat, benar-benar ala Goosebump lah. Kesan yang saya dapat sampai setengah film adalah “seru”, baru kemudian tak terasa saya ternyata ketakutan juga menontonnya, sampai-sampai terbawa mimpi.

Siap, malam Halloweenmu diakhiri dengan mimpi buruk? Silakan nikmati kisah Goosebump. Hiii...!

Mari kita tiup lilin ketiga.

  1. Train To Busan (2016)
Masih dalam rangkaian penghayatan menulis novel Halloween yang baru kelar bulan ini alias penulisannya butuh waktu tiga tahun lebih, saya memilih film Train To Busan ini. Memang sih agak kecele karena berdasarkan banyak review yang bertebaran di beranda Facebook saya, menyebutkan kalau film ini sedih ketimbang menakutkan. Sebagai pecinta drama Korea yang hatinya lemah oleh godaan review, saya terobsesi banget nonton film ini. Saya membayangkan awalnya seram, akhirnya menangis-nangis sampai sesak. Well, dada saya ternyata beneran nyesek, gaes! Tapi... bukan karena sedih atau terharu, tapi karena ketakutan sepanjang film diputar.

Jadi begini, Train To Busan mengisahkan tentang teror zombie di Korea sana. Para penumpang kereta ke Busan ini terus melawan dan bertahan dari serangan para zombie. Train To Busan memilih karakter zombie yang aktif, bukan tipe klasik zombie berjalan pelan dengan tangan menggapai-gapai. Lebih ngerinya lagi, perubahan dari manusia ke zombienya cepet banget, kadang enggak sampe semenit kena gigitan udah jadi zombie lagi. 

Bagian paling meneror jiwa saya adalah pesan horor—di balik pesan baik seperti kekeluargaan—betapa mudahnya umat manusia ini dilenyapkan. Senjata biologis efektif sekali mengenyahkan manusia dari bumi ini, sepertinya. Yang paling saya takutkan adalah makin banyaknya film zombie akan menginspirasi orang jahat untuk mewujudkan senjata pembunuh itu. Akibat teror zombie yang haus dan lapar itu, selama dua hari berturut-turut saya mimpi buruk.

Kalau kamu ingin merasa terteror juga oleh bayangan kejaran zombie dan pikiran ada yang ingin mewujudkannya dalam dunia nyata, silakan tonton Train To Busan. Semoga kamu selamat dalam perjalanan. Hiii...!


Saya sudah meniup lilin keempat...
Lilinmu masih menyala, itu berarti sekarang waktunya kamu           bercerita. Giliranmu yang terteror....

13 comments:

  1. Film2 yg punya kekuatan cerita buat bikin bulu kuduk merinding, bkn hanya modal suara keras atau kemunculan tiba2 sang hantu. Gw siapkan lilin gw buat train of busan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi bisa jadi kalau Abang yang nonton sih, bakalan baper, eh. *kemplang epa*

      Delete
  2. Menurut saya sih tokoh dan visual karakter hantu nya tidak terlalu menakutkan,, tetap hantu indonesia yg ajib.. walopun dari segi cerita dan efx masih kalah jauh..

    Train to busan boleh lah,, baru nonton juga soalnya.. hahaha
    Coba film munafik dari malay,, bikin merindingnya ketika cerita jin dan iblis nya disisipi logika dalil alquran dan hadits,, merinding nya double

    ReplyDelete
  3. Aku gak sanggup nonton film horor

    ReplyDelete
  4. Kenapa ya film horor ending nya gak tamat ....

    ReplyDelete
  5. Aku paling penasaran dengan Carrie... Kelihatannya paling menarik dan cocok dengan seleraku. Hihihi...

    Eva... ayo nonton horor bareeeeng

    ReplyDelete
  6. Aku emang lbh suka thriller drpd horror, jd kl Train to Busan tuh suka dehhh ... menegangkan gmn gitu filmnya :D

    ReplyDelete
  7. Goosebumps...film yg keren. Tapi beda jauh sama bukunya hehehe. Jd seperti dua hal keren yg berbeda, gitu.

    ReplyDelete
  8. Goosebumps...film yg keren. Tapi beda jauh sama bukunya hehehe. Jd seperti dua hal keren yg berbeda, gitu.

    ReplyDelete
  9. Udah nonton ketiga film di atas kecuali yang nomor 1. Train To Busan menurutku kurang menakutkan ya. Karena alurnya dibuat seperti mengulur-ulur waktu yang malah bikin aku sebel menontonnya. Goosebumps dan Carrie yang menurutku alurnya masuk akal. :D

    ReplyDelete
  10. Film yang pengin aku tonton banget yg train to busan, penasaran :D banyak yg bilang bagus sih filmnya. Nemu di sini juga reviewnya bagus, jadi makin penasaran :D

    ReplyDelete