Monday, January 16, 2017

YANG TERKECIL BELUM TENTU YANG TERLEMAH

#ILOVEBEINGKAFIR 
(Kaum Anti Fanatisme, Intoleransi, dan Rasisme)

Buat pengamat film horor tentunya memahami makin besar monster yang bikin teror maka skala kerusakaan yang ditimbulkannya makin luas. 

Ketakutan dan kerusakan yang ditimbulkan Freddy Krueger pasti tidak sebesar yang ditimbulkan buaya raksasa di Lake Placid, begitu pula yang ditimbulkan si buaya Lake Placid dibandingkan teror Godzila yang mengamuk di jantung kota New York.



Sama halnya dengan zombie di Resident Evil, tingkat kerusakan yang mereka lakukan ketika sendirian di dalam laboratorium dan dikejar-kejar oleh si cantik Mila Jovovich buat dihancurkan tentunya berbeda ketika mereka berhasil meloloskan diri dari lab dan menjangkiti semua orang. Zombie dalam jumlah besar otomatis mengubah sebuah kota menjadi kota mati.

Tapi belum tentu juga kelompok dalam jumlah kecil tidak mampu membuat kerusakan seperti halnya yang dilakukan kelompok besar, pun mengubah tatanan yang sudah ada selama ini. Bila membicarakan kelompok minoritas yang paling ditakuti karena mampu melakukan perubahan tatanan itu hingga membuat mereka diburu kelompok besar lainnya, gue jadi ingat novel trilogy Divergent.

Di masa paska perang dunia ke 3, manusia membangun kembali koloninya untuk bertahan dari kemusnahan masal dan pada saat itu manusia terbagi ke dalam lima kelompok besar, CANDOR (Kejujuran dan Keadilan), DAUNTLESS (Pemberani dan Petarung), AMITY (Damai dan Ketenangan), ERUDITE (Cerdas dan Logis), ABNEGATION (Penolong dan Bijaksana).


Ternyata dari kelima kelompok besar itu muncul dua kelompok lain yang berbeda dengan mereka, dua kelompok ini merupakan minoritas karena jumlah mereka tidak sebesar pengikut kelima fraksi besar di atas. Kelompok pertama adalah FACTIONLESS, manusia yang tergabung dalam kelompok ini merupakan manusia yang gagal beradaptasi untuk hidup sesuai gaya hidup kelompoknya sehingga terbuang dari komunitas awalnya.

Sedangkan kelompok minoritas kedua adalah mereka yang disebut DIVERGENT, yaitu mereka yang memiliki seluruh sifat yang ada di kelima fraksi itu sehingga mereka dapat masuk ke setiap kelompok atas kehendak sendiri, dan bukan tergantung dari mekanisme teknologi yang mengelompokkan mereka selama ini.

Kemampuan menentukan sesuatu atas kehendak sendiri ini yang dianggap berbahaya karena menjadi pemicu perang dunia ke-3 dan harus dimusnahkan. Kelompok kecil ini akhirnya diburu dan dicoba dimusnahkan oleh fraksi besar ERUDITE dan DAUNTLESS yang merasa bertanggungjawab untuk menjaga tatanan yang sudah mapan. 
Kaum Divergent
Padahal sebenarnya mereka yang tergabung dalam DIVERGENT merupakan kunci masa depan manusia. Dan terbukti, para DIVERGENT inilah yang memporak-porandakan tatanan lama dan mengubahnya dengan yang baru dimana semua fraksi akhirnya harus lebih bekerja sama dan saling menghormati.  

Jadi, menjadi kelompok minoritas tidak selalu menjadi yang terlemah bukan? Sepertinya ini sama halnya yang dialami oleh para jari yang ribut soal siapa yang terhebat diantara mereka, dengarin yuk perbincangan jari-jari tangan yang lucu ini :

JEMPOL            : “Tidak ada yang lebih hebat dari aku.”

JARI MANIS     : “Apa yang membuatmu merasa hebat?”

JEMPOL            : “Lihat tubuhku, besar dan kuat, aku bisa 
                              menanggung beban lebih banyak dari saudaraku 
                              yang lain. Aku jelas yang terhebat.”

JARI MANIS     : “Salah, akulah yang terhebat.”

JARI TENGAH  : “Apa yang bikin kamu merasa lebih hebat?”

JARI MANIS      : “Aku diberi posisi terhormat oleh tuanku. Lihat
                               dimana dia menaruh cincin kawin berliannya 
                               yang sepuluh karat?”

JARI TENGAH  : “Kalau bicara soal posisi tentunya aku yang 
                               paling hebat.”

TELUNJUK       : “Lalu apa yang bikin kamu merasa hebat?”

JARI TENGAH  : “Sudah jelas dong, kalau jempol mengandalkan 
                               bentuk tubuh dan jari tengah bicara soal posisi, 
                               dengan bentuk tubuhku yang jangkung ini aku 
                               jelas lebih hebat dari kalian semua.”

TELUNJUK      : “Oke, oke…kalau kalian semua merasa yang 
                              paling hebat, tentunya aku yang paling hebat.”

JEMPOL           : “Hah! Apa yang bikin kamu hebat?”

TELUNJUK      : “Tubuhku mungkin tidak menonjol seperti jari 
                              tengah atau jempol, juga tidak diberi tempat
                              terhormat seperti jari manis oleh tuanku. Tapi 
                              aku bisa memberi perintah kepada orang-orang.
                              Aku seorang pemimpin, karena itu aku paling 
                              hebat.”

Mendengar itu sedih hati si Kelingking karena dia sadar tubuhnya kecil dan lemah, pun dirinya tidak diberi posisi terhormat yang diberikan oleh sang majikan.
 
KELINGKING  : “Kalau begitu bagaimana kalau kita pergi kepada 
                              Tuhan untuk menanyakan siapa yang terhebat?”

JARI-JARI LAIN : “SETUJU!!!”


Ketika mereka berada dalam posisi berdoa si Jempol, Jari Telunjuk, Jari Tengah, dan Jari Manis baru menyadari kalau Kelingking selama ini berdiri paling dekat dengan Tuhan, mewakili mereka semua. 

No comments:

Post a Comment