Monday, January 9, 2017

BERBEDA UNTUK MELENGKAPI

#ILOVEBEINGKAFIR 
(Kaum Anti Fanatisme, Intoleransi, dan Rasisme)

Dalam lagunya yang terkenal Imagine, John Lenon mendendangkan syair,

                Imagine there’s no countries, 
                it isn’t hard to do
                Nothing to kill or die for
                And no religion too…
                Imagine all the people
                living life in peace

Mimpi sang maestro adalah tinggal di sebuah dunia yang damai dimana manusia saling mencintai tanpa ada batasan atau pengkotakkan yang dibuat oleh manusia sendiri seperti negara, yang didasari oleh kebersamaan komunitas yang tinggal di suatu teritori dan geografi yang sama, dimana pembagian wilayah yang tidak adil atau kerakusan dari salah satu komunitas untuk melebarkan wilayahnya ke daerah tetangga atau bahkan keinginan memiliki yang akhirnya menimbulkan perang dan pertumpahan darah.

Dalam syair Imagine pun diselipkan agama sebagai bentuk pengkotakkan lainnya yang membuat manusia bermusuhan satu sama lain. Kesadaran untuk memilih apa yang diyakini tentang hubungan kita kepada Sang Penguasa Tunggal Kehidupan tanpa sadar juga membentuk komunitas yang hampir mirip dengan  apa yang dibentuk oleh kesamaan wilayah atau geografis.

Masalahnya negara dan agama terbentuk dari kebutuhan dasar manusia yang tak bisa dielakkan, negara terbentuk dari kebutuhan dasar manusia sebagai makluk sosial, hidup berkelompok dan membutuhkan manusia lain, sementara agama terbentuk dari kebutuhan dasar manusia sebagai makluk yang religius, mengisi relung hati yang kosong, yang bahkan bagi mereka yang Atheis pun perlu mengisinya dengan sesuatu.

Pertanyaannya, apa benar yang namanya negara dan agama menjadi pemecah belah gara-gara manusia jadi terbungkus dalam pengkotakkan seperti yang disebutkan dalam lagu John Lennon?

Dalam kenyataannya baik negara atau agama merupakan konsep yang harus dihidupi dan dihidupkan oleh manusia itu sendiri karena tanpa konsep itu pun ada begitu banyak bentuk dasar di bumi ini yang nyatanya diciptakan berbeda oleh Sang Penguasa Tunggal Kehidupan, sebut saja macam cuaca (cuaca panas dan cuaca dingin), musim (kemarau dan penghujan), jenis kelamin (pria dan wanita), warna kulit (hitam, coklat, sawo matang, putih).  

Secara hayatinya perbedaan diciptakan oleh Sang Penguasa Tunggal Kehidupan mungkin dengan maksud supaya manusia sebagai ciptaanNya adalah buat saling melengkapi bukannya hidup dalam kotak-kotak secara ekslusif (ini hanya dugaan penulis saja yang sok tahu ingin meraba pemikiran Allah yang Maha Luas), ibarat jari tangan yang tercipta ada lima buah dengan bentuk yang tidak sama, masing-masing punya kegunaan yang berbeda, tapi dalam kerangka melengkapi.    

Dengarin yuk perbincangan jari-jari tangan yang lucu ini :

Telunjuk : "Sebenarnya kalau dipikir-pikir kita itu nggak
                  memerlukan Jempol dalam kelompok kita."

Kelingking : "Kok tiba-tiba kamu ngomong begitu?"

Jari Manis : "Memangnya kamu nggak lihat, dia paling aneh 
                     dibandingkan kita semua."

Kelingking : "Aneh bagaimana?"

Telunjuk : "Coba kamu perhatikan deh, kita itu kompak. Ketika 
                 kita berempat berdiri tegak kita menghadap ke arah 
                 yang sama, kan? Tapi coba lihat kemana si jempol 
                 menghadap?"
Jari Tengah : "Kamu benar! Nggak heran dia selalu berbeda 
                      pendapat dengan kita."

Telunjuk : "Bukan hanya beda pendapat, dia juga pengecut!" 

Kelingking : "Pengecut bagaimana?"

Telunjuk : "Ketika majikan kita mengepalkan tangan untuk 
                 meninju, perhatikan dimana si jempol berada? Kita 
                 semua berdiri paling depan membela majikan kita dari 
                 orang jahat yang menyerangnya, sementara dia malah 
                 ngumpet di belakang kita semua."

Jari Tengah : "Kamu benar, aku baru menyadarinya sekarang, dia 
                      selama ini nggak pernah mau bertempur bareng kita."

Jari Manis : "Makanya aku setuju dengan telunjuk, kita nggak perlu
                     bersama-sama dengan dia, deh! Bagaimana kalau kita
                     usul kepada majikan supaya dia disingkirkan saja?"

Jempol sedih mendengar itu,

Jempol : "Baiklah, kalian pasti bisa mendapat keinginan itu karena 
              jumlah kalian memenuhi quorum demokrasi. Tapi sebelum
              itu boleh aku mengutarakan keinginan terakhir?"

Jari Tengah : "Apa itu?"

Jempol : "Majikan kita dapat peran di film barunya untuk bermain 
                gitar. Boleh aku jadi pendukung kalian di belakang gitar?
                Aku tidak bisa membayangkan kalian menari-nari di 
                atas fret gitar menghasilkan nada-nada indah tanpa ada 
                diriku berdiri di belakang sana."







No comments:

Post a Comment