Thursday, October 29, 2015

CRIMSON PEAK (Indonesian Version)

Disutradarai oleh: Guillermo Del Toro
Dibintangi oleh: Mia Wasikowska, Tom Hiddleston, Jessica Chastain, Charlie Hunnam
Legendary Film

Sebenarnya minggu ini saya ingin posting review dari film Cai Lan Gong. Tapi permintaan teman penulis, Oke Sudrajad dan Ari Keling buat menerjemahkan review Crimson Peak terus mengikuti ingatan dan merasa bersalah kalau nggak mewujudkan itu buat teman-teman saya yang tercinta itu...jadi berikut saya tulis ulang dalam bahasa yang kita cintai dalam rangka merayakan hari Sumpah Pemuda....

Ketika saya bertemu dengan teman-teman penulis di Gandaria City, teman saya Ari Keling bilang kalau film ini mengagumkan. Dia bilang Crimson Peak memiliki pendekatan halus untuk film horor dan efek yang sama sebagai film 'Mama'. 

Wajahnya berbinar-binar saat menceritakan hal itu, itu sebabnya saya kemudian pergi ke bioskop untuk tahu lebih banyak tentang filmnya. Dan sewaktu saya melihat siapa yang menjadi sutradaranya...yup, saya langsung bilang dalam hati bahwa itu menggaransi banyak...bahwa film ini pasti bagus...Del Toro hampir tidak pernah gagal membuat film keren dengan gayanya ...

Edith Cushing muda dihantui hantu yang memperingatkan dia tentang Crimson Peak. Empat belas tahun kemudian Edith menjadi seorang novelis yang suka menulis tentang cerita hantu (itu mengingatkan saya pada diri saya sendiri, atau mungkin lebih tepatnya kita ya ri?) tapi si Editor menyarankan supaya dia menulis kisah cinta, apalagi dia wanita. 

Hal itu mungkin menjadi salah satu alasan yang membuat Edith jatuh cinta kepada seorang pria yang baru ke kotanya, Thomas Sharpe, dalam rangka meminta kesediaan Carter Cushing, ayah Edith, untuk berinvestasi di mesin penemuannya ...

Carter menolak penawaran Sharpe dan menemukan banyak informasi kelam tentang Thomas Sharpe dan Lucille, kakaknya. Lelaki tua itu tetap ingin menjaga rahasia agar tidak mempermalukan Thomas tapi dia minta Thomas menyingkir dari kehidupan Edith dengan memberinya sejumlah uang. Setelah kejadian memalukan yang membuat Edith patah hati itu seseorang membunuh Carter di kamar mandi.

Nah, di adegan ini ada sesuatu yang lucu saat saya menontonnya, di bagian ketika Carter tewas nampak wastafel sudah penuh tapi air di keran masih terus mengucur. Setelah memeriksa suara aneh yang muncul di kamar mandi dan kembali karena tidak mendapati apa-apa, Carter berbalik ke wastafel ternyata wastafelnya sudah kosong karena tidak ada air yang muncrat saat si pelaku menghantamkan kepala pria tua itu ke wastafel. 

Namun pada adegan berikutnya yang meampilkan pembunuhan Carter oleh Lucille, ternyata airnya kembali penuh dan keran air kembali mengucur sehingga membasahi Carter saat berbaring tewas di lantai kamar mandi.

Setelah kematian Carter, hubungan Edith dan Thomas semakin dekat, meskipun Alan McMichael, teman masa kecil Edith, berusaha keras memperingatkannya. Edith tidak mengindahkan kecemasan Alan, lagipula  siapa yang bisa menolak pria tampan dengan mata penuh kegalauan dan misteri? Dan setelah mendapatkan menikah dengan Sharpe, Edith pindah ke Inggris untuk tinggal di sebuah rumah tua besar milik keluarga Sharpe.

Di rumah itu, Edith mengalami banyak hal aneh yang berkaitan dengan hantu. Edith berusaha keras menyelidiki misteri ini sampai dia menemukan kebenaran tentang Thomas. Suaminya ternyata memiliki banyak istri yang meninggal setelah dibawa ke kastil Sharpe. 

Dari catatan rekaman yang ditinggalkan oleh salah satu istri Thomas, rekaman itu memperingatkan Edith akan pembunuhan demi mendapatkan harta mereka dan supaya dia tidak meminum teh yang disediakan Lucille sebab gadis itu menaruh racun di teh yang mengakibatkan kematian para istri Thomas sebelumnya.

Ngomong-ngomong soal teh beracun, racunnya membuat Edith batuk-batuk sampai mengeluarkan darah di tengah malam dan darahnya terpapar ke bantal. Saat bangun gadis itu juga sempat menyeka darahnya ke bantal Thomas di sampingnya namun ketika berjalan meninggalkan ranjang untuk menyelidiki suara aneh di luar kamarnya ternyata noda darah itu sudah tidak nampak lagi.

Saya menyukai keindahan gambar yang dibuat Del Toro pada film ini, meskipun tidak masuk akal bagi saya. Seperti daun yang terus jatuh dari lorong di atap ke dalam aula besar, yang tidak mungkin mengingat itu musim dingin dan tidak ada pohon yang masih memiliki rangkaian daun sebegitu banyak saat musim dingin. Lalu bagaimana dengan kupu-kupu? Nampak jelas bahwa kupu-kupu di film itu berasal dari tropis dan mereka tidak akan bertahan di ruangan tanpa pemanas selama musim dingin.

Tapi film ini berakhir sempurna...saya suka bagian ketika Edith harus membela diri dengan pisau kecil melawan Lucille yang memegang golok. Jessica Castain dan Tom Huddleston bermain sangat baik sebagai pasangan karakter jahat, sementara Mia melengkapi potongan untuk memberikan gambar yang sempurna dengan karakter perannya. Ide membuat horor di era Victorian ini juga menakjubkan, karena itulah saya menilai Crimson Peak adalah kombinasi dari Frankenstein-Marry Shelley dan Bram Stoker Dracula tetapi memiliki unsur yang lebih feminim di dalamnya ...


Setelah menonton film ini, saya yakin Anda setuju dengan saya, "Hantu memang ada ..."

2 comments:

  1. Kenapa yah si Del Toro itu senena gnybikin hantu yg baik, yg memperingatkan ...dan manusia yg malah jahat

    ReplyDelete
  2. Kadang manusia bisa lebih jahat dari hantu? #dari perspektif Del Toro

    ReplyDelete