Saturday, February 25, 2017

SPLIT - INDONESIAN SUBTITLE

Disutradarai  : Night M Shyamallan
Dibintangi     : James McAvoy, Anya Taylor-Joy, Betty Buckley
Produksi        : Blumhouse 


Akhirnya, setelah sebulan tanpa film horor di bulan Januari, gue mengejar film yang satu ini buat jadi yang pertama di tahun 2017, apakagi karena ini film Mr. Shyamalan yang kita kenal sebagai salah satu pencipta film misteri yang luar biasa, dan jujur saja, dia tidak pernah gagal saya bikin gue menunggu-nunggu film apa yang dia buat berikutnya sejak gue menonton Sixth Sense.

James McAvoy naik ke tingkat berikutnya dalam film ini, dia sukses memainkan karakter yang memiliki 23 kepribadian dan 9 diantaranya muncul sekaligus dalam salah satu scene, yang mana itu keren banget karena itu menunjukkan bakat aktingnya yang diatas rata-rata, dan karakter yang dimainkannya menculik tiga gadis muda dari mal setelah mereka menghadiri sebuah pesta ulang tahun.  


Dia membuat mereka pingsan dengan semprotan pembius dan melindungi dirinya masker komersil. Kalau kamu pernah membeli masker komersial maka kamu paham bahwa benda itu memiliki celah untuk disusupi gas sehingga kamu pasti akan ikut pingsan. Si penculik berhasil menculik Casey Cooke, Claire Benoit, dan Marcia dalam sebuah sel tahanan dan ketiganya harus berhadapan dengan penculik aneh karena kepribadian gandanya yang terus berubah, seperti Kevin, Patricia, Hedwig, tapi kebanyakan mereka harus berurusan dengan Dennis, karakter yang bertanggung jawab atas penculikan tersebut.

Ketiganya baru mendapati keanehan tersebut saat menemukan pria itu mengenakan gaun perempuan saat tubuhnya sedang diambil alih oleh karakter Patricia, dia menjamin ketiga gadi itu agar tidak khawatir karena Dennis telah diperingatkan untuk tidak menyentuh mereka, karena mereka semua siap untuk tujuan yang lebih besar untuk sang monster.

Sementara mereka mencoba mencari cara untuk melarikan diri dari ruang terkunci itu, Kevin mengirim email ke Dr Fletcher, psikiater, dan minta bantuan. Tetapi ketika ia bertemu keesokan harinya, Barry – karakter yang menjadi pemimpin dari ke-23 karakter dan memungkinkan masing-masing karakter untuk melewati cahaya untuk mengambil tubuh Kevin – meyakinkannya bahwa segala sesuatu berada di bawah kendali.

Dr Fletcher menyadari sesuatu yang salah tentang Kevin, wanita itu mengenal setiap karakter Kevin dengan baik sehingga dia punya firasat bahwa bukan Barry yang berbicara dengannya selama sesi, tapi karakter Dennis manipulatif.

Casey yang punya pengalaman dengan kekerasan memperingatkan kedua gadis yang lain agar tidak menjadi ceroboh dan benar-benar menemukan momen yang tepat daripada melakukan penyerangan bersama-sama seperti yang diusulkan Caire. Casey kemudian berteman dengan Hedwig dan memanipulasi dia untuk menemukan kesempatan untuk melarikan diri.

Hedwiglah yang memberitahu Casey tentang kelemahan ruangan dimana mereka dikurung sehingga para gadis itu menemukan jeruji yang bisa dibuka di langit-langit, dan setelah itu Claire bisa lari dari ruangan. Sayang usahanya itu gagal karena Kevin mampu menangkapnya kembali dan menempatkan gadis itu ke kamar yang lain. Marcia juga mencoba melarikan diri diri dengan menghajar Patricia dengan kursi lalu kabur ke pintu menuju kamar Barry. Tapi, sekali lagi, Kevin atau Patricia berhasil memeluknya.

Dr Fletcher mempelajari Kevin lebih teliti sehingga dia akhirnya yakin bahwa karakter yang bertemu dengannya dalam sessi konsultasi memang Dennis. Dia kemudian mengkonfrontasi dan menantang Dennis untuk muncul sehingga akhirnya karakter itu muncul dan mengakuinya.

Dennis menceritakan tentang kisah mengerikan yakni si Monster dalam tubuh Kevin, karakter itu adalah yang terkuat, juga lebih kuat dari dirinya. Tapi Dr. Fletcher menganggap Monster hanya fantasi, sebuah cerita palsu, sebab dia sudah lama mempelajari semua 23 kepribadian Kevin dan tidak pernah menemukan lagi karakter yang ke-24.

Pertama kali gue bingung kenapa Barry, karakter pria perancang busana yang kemayu, bisa jadi pemimpin kepribadian tetapi ketika melihat di bagian belakang film gue baru sadar kalau Barry lah yang menyiapkan perlengkapan kostum para karakter tersebut, Dennis dengan sweater wol dan kaca matanya, Patricia dengan syal dan rok, Hedwig dengan pakaian warna mencolok dan sporty seperti halnya yang dikenakan anak laki-laki berusia 9 tahun, dan setiap pakaian yang digantung rapih sesuai tempt para karakter di ruangan milik Barry.
   
Dr Fletcher akhirnya menyadari kesalahannya ketika mendapat banyak email dari Kevin. Dia memutuskan menemui Kevin dan pergi ke tempat tinggal Dennis, nyatanya dia menemukan pasiennya menyandera tiga gadis yang ramai diberitakan diculik oleh media. Dennis kemudian menyemprotnya dengan gas hingga pingsan dan pada malam yang pentng itulah kepribadian ke-24 dalam tubuh Kevin mulai muncul ke permukaan.

Karakter Monster mengubah tubuh fisik Kevin menjadi lebih besar dan berotot, memberinya kekuatan manusia super dengan kemampuan diluar normal seperti memanjat dinding tangan tapi juga memiliki nafsu makan daging manusia. Monster itu membunuh Dr. Fletcher dan memakan Claire dan Marcia. Hampir saja melakukan hal yang sama  kepada Casey ketika gadis itu menemukan catatan yang ditinggalkan Dr. Fletcher untuk memanggil nama asli si pemilik tubuh, Kevin Wendell Crumb.

Sang pemilik tubuh kembali dan sempat menceritakan tentang senapan yang dibelinya untuk bunuh diri sebelum kemudian Monster itu mengusirnya dan menguasai tubuhnya kembali. Casey mengambil senapan Kevin dan melarikan diri melewati lorong-lorong sebelum akhirnya menemukan loker yang menyimpan peluru dari senapan Kevin kemudian menunggu Monster itu mendekatinya saat dia tertahan dalam sebuah gang buntu.

Adegan ini menunjukkan si tokoh perempuan tidak nyaman memegang senapan. Dia memegang benda itu terlalu rendah dan membuang-buang pelurunya dengan tembakan yang hanya menemui udara kosong, padahal adegan-adegan awal menjelaskan bagaimana si tokoh diberi pelajaran tentang menembak oleh ayahnya saat berburu sejak balita. Jika dia memiliki keahlian itu, dia pasti tahu bahwa dia harus meletakkan senapan  tersebut di depan bahunya dan mata membidik di belakang rear sight saat mengikuti gerakan target seperti yang ayahnya ajarkan.
  
Monster itu kemudian melepaskannya ketika melihat banyak bekas luka pada tubuh Casey, bekas luka didapatnya dari pelecehan oleh sang paman yang terjadi sejak ayahnya meninggal. Kevin yang mengalami siksaan yang sama pada masa kanak-kanak - yang membagi kepribadiannya sebagaimana yang terjadin padanya sekarang - memberikan penghormatan dan meninggalkan Casey. Pada akhir adegan, Casey ditemukan oleh penjaga kebun binatang, dibawa naik ke atas tempat dimana dia dikurung dan memperlihatkan bahwa Casey selama ini dikurung di sebuah ruangan dalam kebun binatang.


Penawanan ketiga gadis itu dan julukan yang digunakan Kevin untuk kejahatannya, Herods, mendapat perhatian publik, termasuk David Dunn - dimainkan Bruce Willis - karena mengingatkan mereka pada kejahatan yang terjadi 15 tahun lalu yang dilakukan Mr. Glass. Gue yakin Mr. Shyamallan sudah menyiapkan sesuatu untuk melanjutkan kisah luar biasa ini tapi sehbelum itu kita nikmati dulu yang satu ini…

No comments:

Post a Comment